Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu



Mendengar Gunung Tangkuban Parahu, kita tentunya teringat legenda Sangkuriang dimana legend ini menceritakan asal muasal terciptanya Gunung Tangkuban Parahu. Terletak di Sebelah Barat Kota Bandung, termasuk dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat, berjarak kurang lebih 19 km dari Kota Bandung dan 3 km dari Kota Lembang. Pada hari libur, apalagi liburan sekolah, obyek wisata ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun manca negara. Dari wisatawan lokal pun tidak hanya dari penduduk bekas kerajaan Pajajaran ini saja, termasuk warga ibukota Jakarta, dan dari provinsi lainnya di Indonesia.

Pintu masuk ke daerah Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu ada 2 (dua) gerbang, tetapi yang difungsikan hanya satu, yaitu gerbang kedua. Gerbang pertama sudah lama tidak difungsikan karena kondisi jalan yang sudah tidak memadai sebagai jalan wisata, sekaligus untuk memudahkan kontrol pengunjung wisatawan sehingga cukup satu pintu saja. Biaya-biaya yang dikenakan pada saat masuk adalah :
1. Jasa Wisata Pengunjung Nusantara, sebesar Rp11.000,- per orang, ini diperuntukkan bagi pengelola taman yaitu PT. Graha Rani Putra Persada.
2. Karcis Masuk Pengunjung, sebesar Rp2.000,- per orang, diperuntukkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBJ).
Bila Anda menggunakan kendaraan pribadi roda empat, akan dikenakan biaya :
1. Jasa Wisata Kendaraan Roda Empat, sebesar Rp8.500,- dan
2. Karcis Masuk Kendaraan Roda Empat, sebesar Rp1.500,- sebagai PNBJ.

Kawah Ratu



Perjalanan memasuki taman wisata menuju Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu menempuh sepanjang kurang lebih 3 km, kondisi jalan saat ini relatif bagus, hanya dibeberapa ruas jalan terdapat kerusakan ringan dengan kondisi aspal yang mengelupas. Pastikan kondisi kendaraan Anda baik untuk dibawa dalam jalan mendaki. Dalam perjalanan menuju kawah utama, Kawah Ratu, akan dijumpai petunjuk tentang adanya Kawah Domas, sebaiknya dilewati saja terlebih dahulu, Anda dapa mengunjungi nanti pada saat setelah dari Kawah Ratu. Sesampainya di Kawah Ratu, parkiran kendaraan roda empat cukup luas disepanjang bibir kawah, sedangkan untuk kendaraan bus, area parkir berada di bawah kawah, sehingga pengunjung harus menggunakan kendaraan lagi yang disediakan oleh pengelola taman wisata untuk mencapai bibir kawah ini.

Areal Kawah Ratu, merupakan tempat tujuan utama dari obyek taman wisata alam ini. Berbagai fasilitas penunjang, petunjuk area, dan pendukungnya cukup baik. Selain menikmati keindahan alam, Anda dapat menunggang kuda untuk keliling area kawah dengan membayar Rp20.000,- sekali jalan/keliling. Sebagai cinderamata juga terdapat disini, seperti souvenir dan kaos. Fasilitas lainnya seperti toilet cukup bersih, sehingga nyaman untuk digunakan sebagai toilet umum.



Kawah Domas

Setelah cukup melihat-lihat di kawasan kawah Ratu, dan akan keluar dari obyek wisata Gunung Tangkuban Parahu, tiada salahnya Anda untuk berhenti untuk melihat Kawah Domas. Berada diantara Kawah Ratu dan Gerbang Masuk/Keluar kawasan. Parkirkan kendaraan diluar (pinggir jalan), aman, karena dijaga petugas dari Taman Wisata Alam (TWA). Dari papan petunjuk yang ada, untuk menuju Kawah Domas ditempuh dengan jalan kaki sejauh 1,2 km. Jauh juga. Tetapi akan tiada terasa selama perjalanan, karena keindahan alamnya yang masih alami, dan segarnya udara, apalagi bila turun kabut. Perjalanan menyisiri lereng gunung, naik dan turun. Sesampainya di Kawah Domas, ketakjuban timbul dengan sendirinya.



Kawah ini tidak seperti kawah pada umumnya, bukan cekungan seperti Kawah Ratu, lebih tepatnya sebenarnya merupakan keluarnya air panas akibat panas bumi disertai belerang. Pada kawasan ini dibuat kolam-kolam kecil untuk merendam kaki, dan pada sumber ar panas yang mencapai 100 derajat Celsius, Anda dapat merebus telor yang telah disediakan oleh penduduk sekitar dengan membayar Rp2.500,- (sudah berikut alat merebusnya berupa keranjang bertongkat). Setelah menikmati suasana Kawah Domas, kembali keluar dengan menempuh perjalan yang sama. Saat jalan pulang ini akan sedikit melelahkan, karena jalan menanjak dan sudah terkuras pada saat berangkatnya tadi. Untuk itu, bila sudah merasa tidak kuat berjalan, pada saat pertengahan jalan ada ojek yan siap menghantarkan Anda ke tempat parkir.

Demikian perjalanan kami, 2 April 2010.

1 comments:

Belly Surya Candra Orsa mengatakan...

Great Blog..!!!! Keep Blogging.... :)

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails