Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Bersepeda Selama Bulan Puasa


Bersepeda selama bulan puasa boleh saja dilakukan. Dengan memilih waktu yang tepat, membatasi waktu, dan jarak tempuh, niscaya tubuh akan tetap bugar. Selain itu, dengan bersepeda selama bulan puasa, kapasitas dan kelenturan otot kaki yang sudah terlatih akan tetap terjaga. Sehingga Anda tak perlu membangun lagi kekuatan otot-otot dari awal, usai menunaikan ibadah puasa sebulan penuh. Berikut kiat yang perlu diperhatikan saat bersepeda selama bulan puasa:
  1. Jika Anda terbiasa melakukan bersepeda di pagi hari , kini ubahlah kebiasaan itu pada sore hari. Mulailah sekitar pukul 15.30-17.00, sehingga takkan membuat Anda terlalu lelah atau dehidrasi. Bersepedalah maksimal sejauh 8-15 km, dengan waktu tempuh 45-90 menit. Lakukan dengan santai. Kecepatan cukup sekitar 10-15 km/jam. Bersepeda pada Sabtu atau Minggu sudah cukup untuk menjaga kebugaran Anda. Jika dilakukan secara bersama, kelompok, atau dengan seorang teman, ingatlah untuk menjaga kecepatan, waktu tempuh dan jarak sesuai kemampuan tubuh Anda sendiri.
  2. Untuk yang ingin berlatih dengan intensitas lebih tinggi, maka malam hari setelah tarawih, bisa dijadikan pilihan waktu bersepeda. Konsumsilah makanan padat kalori dan protein sesudah beraktifitas maupun saat sahur. Minumlah dengan takaran ekstra.
  3. Lakukan kegiatan bersepeda dengan aman menggunakan bantuan reflektor sepeda maupun lampu penerangan. Mata kucing (reflektor) harus dipasang guna memberikan kewaspadaan bagi orang lain akan keberadaan Anda yang sedang bersepeda. Celana bersepeda, jersey berwarna cerah, arm/leg warmer dan helm sebaiknya digunakan. Upayakan memakai busana yang lebih menutup aurat. Manfaat lainnnya untuk menjaga dari udara dingin dan hembusan angin.
  4. Rute ditempuh sebaiknya yang sudah Anda kenal, karena dapat diperkirakan waktu dan jaraknya. Rute on-road biasanya menjadi favorit selama bulan puasa.
  5. Selamat menunaikan ibadah puasa, tetaplah bersepeda selama bulan puasa. Jagalah sikap, perbuatan dan hati supaya tak hanya mendapat dahaga dan laparnya saja. Namun juga memperoleh manfaat dan hikmah terbesar selama berpuasa sebulan penuh.
Sumber : www.polygoncycle.com

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails