Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Trip Banten Backpacker : Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Indonesia (Edisi Cibom dan Tanjung Layar - 2)

Sambungan dari:
Lihat sebelumnya:

Jum'at, 28 Mei 2010

15.30 WIB
Kami sampai di Tanjung Layar, yang merupakan lokasi Mercusuar pertama yang dibangun pada zaman kolonial Belanda. Masih terdapat sisa-sisa bangunan yang hancur, seperti berserakannya batu bata dri bangunan yang hancur/runtuh. Dapat di gambarkan bahwa pada saat itu disini merupakan markas atau daerah pantauan bagi kekuasaan kolonial Belanda di Pulau Jawa bagian Barat.


Batubata yang hancur sisa bangunan pusat kendali Mercusuar Pemerintah Hindia Belanda


Banten Backpacker in Action: Tanjung Layar

Panorama Tanjung Layar Taman Nasional Ujung Kulon

Di Tanjung Layar juga bisa dijadikan tempat mendirikan tenda (camping) karena lokasinya yang landai dan terlindungi oleh bebatuan cadas yang menjulang. Kami bermaksud menikmati matahari terbenam disini, tetapi karena waktu yang masih panjang dan jalan kembali yang gelap menyusuri hutan bila kembali setelah matahari terbenam, akhirnya kami kembali dan menikmati matahari terbenamnya di Cibom saja.

05.00 WIB
Kami pun sudah berada di perkemahan Cibom lagi, sambil menunggu makan malam yang disiapkan oleh guide kami, kami menikmati pemandangan matahari terbenam. Tetapi sayang sekali cuaca mendung yang bergelayutan menghalangi semburat keemasan dan jingga dari matahari tersebut.

Matahari terbenam di Cibom, diselimuti mendung

Selepas magrib, kami pun makan malam, menunya seperti yang sudah diperkiraan, ikan sarden dan mie goreng ... sebuah kesederhanaan di alam memberikan arti yang cukup dalam, yaitu "masih lapar" ...

Dan malam ini menjadi malam yang seru, turun hujan deras disertai angin, beberapa tenda tidak dapat digunakan karena bocor dan rubuh. Terutama tenda yang rencananya aku gunakan adalah tenda pramuka, terhempas angin sehingga basah kuyup dimana-mana. Memang sebaiknya tidak menggunakantenda pramuka untuk dicuaca sedikit ekstrim, lebih aman dan baik adalah tenda doom.

Masih untung ada posko informasi, walaupun tanpa dinding tetapi cukup tidak membuat kami yang mengalami masalah dengan tenda untuk tidur di bawahnya. Yang pentingtidak kehujanan, ada angin sedikit tidak masalah di udara terbuka, lebih sejuk lagi, karena cerita setelahnya dari temen-temen yang di dalam tenda doom kegerahan alias kepanasan tanpa ada aliran udara. Hmmm ... masih untung.

Sabtu, 19 Mei 2010

Dan paginya terbitlah mentari di ufuk timur ...

Matahari Terbit di Cibom

Sarapan telah siap jam 08.00 WIB dengan menu nasi goreng ... hmmm sedap. Setelah itu kami pun bersiap-siap membongkar tenda dan berkemas untuk meninggalkan Cibom dan sejuta kenangannya. Kami bersiap untuk pindah camping, direncanakan ke daerah Cidaon.


Bersambung ke:
Lihat sebelumnya:
Lihat Juga: Sejarah Cibom - Tanjung Layar (History of Cibom - Tanjung Layar)

5 comments:

Ekowisata Ujungkulon mengatakan...

Hallo, salam kenal. Asyik juga ya acara jalan-jalan ke Ujungkulon bareng teman2 back packers. Oya, saya mau koreksi nama padang rumput di seberang pulau Peucang itu namanya bukan Cidaun melainkan Cidaon. Asal katanya dari Cai atau disingkat Ci yang artinya kali atau sungai dan Daon yang berarti pohon Nipah.

Raddien mengatakan...

Salam kenal juga, makasih atas koreksinya, langsung di ralat nich ...

Anonim mengatakan...

Salam kenal,Mau donk ke Ujung Genteng..Yuyun

Raddien mengatakan...

Salam kenal juga Sdr.Yuyun ...

Abal Abal mengatakan...

definitely a great post
mmtangkas | agen casino

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails