Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Trip Banten Backpacker : Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Indonesia (Edisi Pulau Handeuleum)

Sambungan dari:
Lihat sebelumnya:
Sabtu, 19 Mei 2010

Hari ini dimulai dengan melihat matahari terbenam, terus sarapan nasi goreng, dilanjutkan beremas, membongkar tenda karena akan melanjutkan camping ke Cidaon (rencananya tetapi tidak jadi, karena sesampainya di Pulau Peucang saat konfimasi dinyatakan penuh, sehingga camp dipindahkan ke Pulau Handeuleum).

10.00 WIB
Akhirnya kami meningalkan Cibom dan Tanung Layar dengan kenangannya. Perjalanan dilanjutkan menuju tempat Snorkling, beberapa teman yang membawa perlengkapannya sich asik-asik aza, kalo kita yang ngak punya yang penting nyebur ke laut, bisa atau tidak berenangnya toch pake life jacket ini, yang penting nyebur ....


Snorkling di Ujung Kulon

Setelah puas mandi di laut, perjalanan di lanjutkan ke Pulau Peucang untuk bebilas dan perizinan pindah tempat campingnya. Ketersediaan air di Pulau Peucang cukup banyak, walau perlu antrian untuk mandi bebilas pasca mandi di laut, dan untuk kamar andinya pun cukup bersih dan layak.

Disini juga banyak yang berbelanja kaos sebagai souvenir ujung kulan, harganya berkisar Rp65.000,00 s.d. Rp75.000,00


Perjalanan kembali ke Pulau Peucang

13.00 WIB
Setelah makan siang dan istirahat, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Handeuleum sebagai tujuan camping berikutnya. Direncanakan Cidaun yang tidak terlalu jauh dengan Pulau Peucang, tetapi dinyatakan penuh sehingga kai bergeser ke Pulau Handeulem. Perjalanan ke Pulau Handeuleum berkisar 3 jam dari Pulau Peucang.

16.00 WIB
Akhirnya kami pun sampai di Pulau Handeuleum. Di pulau ini juga terdapat penginapan, bagi yang memiliki duit lebih tentunya di kamar-kamar seperti hotel (sekelas bintang 2 kali). Bagi kami backpacker cukup gubuk-gubuk dan lucunya adalah, teman-teman mendirikan tenda di serambi gubuk-gubuk tersebut, bukan di luar. Yang mendirikan tenda di luar hanya satu tenda karena sudah tidak cukup lagi, sedang yang lain tidak memerlukan pasang tenda, sudah cukup asal tidak kehujanan di serambinya saja.


Tugu Pulau Handeuleum dan Kantor Pengelola


Penginapan seperti hotel dan ala backpacker

Selain itu kita juga disambut oleh Kijang yang sangat akrab, sepertinya merek sudah cukup kenal dengan jenis kita manusia ... yach maklum aza bahwa pulau ini tidak cukup luas. Kondisi air bersih layak minum pun bagus disini, karena ada sumur yang tawar rasanya walau berada di sekeliling laut. Jadi untuk MCK pun tersedia, sedangkan untuk listrik menggunakan generator, hidun dari jam 17.00 s.d. 22.00 dan paginya jam 05.00 s.d. 07.00, lumayan untuk mengecas HP dan Camera.

Kegiatan malam harinya hanya diisi dengan mandi, makan, dan main kartu, selebihnya tidur.


Suasana malam hari di Pulau Handeuleum

Minggu, 30 Mei 2010


Melihat kuasa Illahi.




Matahari Terbit di Dermaga Pulau Handeuleum Ujung Kulon

Kegiatan hari ini dimulai dengan menyaksikan matahari terbit di dermaga, kemudian sarapan dipercepat karena jam 07.00 WIB sudah harus persiapan untuk Kanoi di Sungai Cigenter.

07.00 - 11.00 WIB
Menyusuri Muara Sungai Cigenter dengan Kanoi.







Sebelum kembali ke kapal motor untuk membawa ke Pulau Handeuleum, beristirahat dulu di padang rumput. Area ini digunakan bagi satwa sekitar sebagai ladang pengembalaan alias tempat merumput. Karena kami datang pada siang hari tidak tampak hewan-hewannya, biasanya pada sore hari akan banyak terlihat hewan penghuni Taman Nasional seperti banteng.



Selesai dari padang rumput Cigenter, kami pun kembali dan berakhir sudah petualangan di Taman Nasional Ujung Kulon, karena selepas ini kami kembali ke Pulau Handeuleum dan langsung persiapan untuk kembali ke Sumur.




Suasana Pulau Handeulem Taman Nasional Ujung Kulon

11.00 WIB
Sudah di atas kapal motor lagi yang mengantar kami embali ke Sumur.



12.45 WIB
Kami sampai di perairan pantai Sumur Pandeglang, berhubung kondisi pantai yang lagi surut, kapal yang kami tumpangi tidak bisa merapat hingga bibir pantai. Akhirnya kami turun berbasah-basah sedikit.





Setelah sampai, kami sudah dijemput oleh Bis Damri yang akan membawa ke Serang. Dan akhirnya cukup sampai disini petualangan ke Taman Nasional Ujung Kulon. Sampai ketemu dengan cerita di lain tempat dan waktu.

Lihat sebelumnya: Lihat Juga: Sejarah Cibom - Tanjung Layar (History of Cibom - Tanjung Layar)

4 comments:

Anonim mengatakan...

Kapan ngadain Tour ke Ujung Kulon lagi? kira2 Biaya berapa.
sy & teman2 backpeker mau ikut nih

Raddien mengatakan...

Qt blom ada renc trip kemana2 nich, lg pd sibuk dg pekerjaan masing2 ... tks.

Abal Abal mengatakan...

Thank you for another fantastic post
casino online | casino

Dhann Ria mengatakan...

Definitely a great post. Hats off to you! The information that you have provided is very helpful. pokerstars | Judi online

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails