Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Sebuah Cerita Perjalanan Bobo Fair 2010, 3 Juli 2010



3 Juli 2010 kembali kami sekeluarga dalam rangka mengisi liburan sekolah berkunjung ke Bobo Fair 2010. Tujuan utamanya adalah menonton Operet Bobo yang tahun ini berjudul "Monster Hipokrito".



Suasana di luar pertunjukkan Operet Bobo "Monster Hipokrito" 2010

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya bahwa kami harus memesan tiket terlebih dahulu di tiket-tiket box yang tersedia sebelum acara berlangsung, karena pengalaman sebelumnya justru hal ini sedikit merepotkan kami. Dan pengalaman juga bahwa tiket cukup banyak tersedia pada saat acara akan berlangsung, sehingga tahun ini kami mendapatkan tiket nonton satu jam sebelum acara pada loket tiket yang tersedia.

Pada tahun ini sengaja kami menonton pada jadwal operet yang pertama kali, yaitu hari pertama tanggal 3 Juli 2010 pada jam pertama 11.00 WIB. Dari sisi antrian penonton masih sedikit dan untuk mencari parkir kendaraan R.4 pun masih leluasa, daripada datang siang hari sudah susah untuk mencari tempat parkir.

Sebelum pertunjukkan Operet, terlebih dahulu menikmati kuliner yang berada di samping gedung JCC. Cukup beragam kuliner yang tersedia, dari musai bermacam-macam soto seperti soto betawi, babad, juga tersedia aneka nasi goreng, mie ayam, baso, dan lain sebagainya.


Makan dulu sebelum nonton Operet Bobo, Addien menunjukkan tiket operet bobo

Tepat 10.30 WIB, pintu masuk Bobo Fair dibuka untuk pengunjung, bagi yang tidak menonton Operet dapat berkunjung stand-stand yang tersedia di dalam JCC yang merupakan bagian dari Bobo Fair dengan membayar tiket sebesar Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah) dan mendapatkan satu majalah anak-anak terbitan gramedia group.

Bagi yang ingin menonton Operet dapat menunjukkan tiket operet, sehingga tidak perlu membeli tiket masuk Bobo Fair lagi. Karena pertunjukkan operet sudah akan dimulai, kami langsung menuju Planery Hall tempat operet akan berlangsung.


Suasana di dalam gedung pertunjukkan

Ada yang berbeda pada posisi penempatan (layout) kursi bagi penonton, pada tahun sebelumnya (terakhir kami nonton tahun lalu, 2009), setiap kursi diberi nomor sesuai nomor yang tercantum pada tiket, sehingga tidak dapat memilih tempat duduk. Tahun ini tidak diberi nomor sehingga bebas untuk memilih tempat duduk sesuai kelas tiket yang dimiliki. Layout penonton yang berada di bawah (non-balkon) tahun lalu tidak diberi undakan, tahun ini diberi undakan-undakan sehingga penonton yang dibelakang pun dapat menyaksikan secara baik.

Jadwal Acara Operet Bobo

Tanggal


3 - 4 Jul 2010
Jam


Show 1: 11.00 WIB
Show 2: 14.00 WIB
Tempat/Venue


Jakarta Convention Center
Kota


Jakarta





Harga


Harga dan Kelas Tiket:
- Titanium = Rp. 550.000,-
- Platinum = Rp. 450.000,-
- Gold = Rp. 350.000,-
- Silver = Rp. 250.000,-
- Bronze = Rp. 175.000,-
- Balcony = Rp. 150.000,-


Pertunjukkan diawali dengan penampilan aksi "kelinci-kelinci" mungil

Cerita Singkat Operet Bobo "Monster Hipokrito"

Pada suatu hari, terjadi kehebohan di taman Negeri Dongeng. Para kurcaci dan kelinci berhasil menangkap satu makhluk buruk rupa. Makhluk itu berbahasa aneh, dan tidak ada yang mengerti arti ucapannya. Di saat itu, Nirmala juga menemukan peri cantik bernama Koksi yang tergeletak lemah.

Menurut Peri Koksi, ia berasal dari Negeri Peri Kebaikan. Ia datang untuk meminta bantuan, sebab ada gerombolan monster Hipokrito yang menyusup ke negerinya. Salah satu monster Hipokrito itu adalah si makhluk buruk rupa tadi, yang membuntutinya dan hampir berhasil menangkapnya. Pak Tobi segera meneliti makhluk buruk rupa yang berbahasa aneh tadi.

Sementara itu, Nirmala dan Peri Koksi berangkat ke Negeri Peri Kebaikan untuk membasmi monster Hipokrito. Mereka mengendarai benih ajaib dandelion raksasa. Bobo dan keluarganya, serta Oki, juga menyusul ke Negeri Peri Kebaikan. Mereka mengendarai kendaraan canggih dari Negeri Kelinci.

Nirmala, Oki, Bobo dan keluarganya, kagum saat melihat pemandangan indah Negeri Peri Kebaikan. Apalagi saat mereka melihat bunga raksasa Dandelion Melayang yang ajaib. Akan tetapi, Nirmala menemukan berbagai kejanggalan di negeri itu. Peri-peri kebaikan yang cantik itu, ternyata tidak suka pada harum bunga. Mereka juga kasar pada serangga. Sementara monster-monster Hipokrito yang berwajah jelek, malah bersembunyi di antara bunga dandelion.

Bobo lalu mengungkap rahasia yang ia dapatkan dari Pak Tobi. Ternyata, ada kejahatan besar yang terjadi di negeri yang tampak aman itu. Semua yang mereka lihat, bukan yang sebenarnya. Bobo dan teman-temannya lalu bekerja sama untuk menangkap penjahat yang menyebabkan kekacauan di Negeri Peri Kebaikan itu.

Acara ini didukung oleh si cantik Revalina S. Temat, dan didukung juga oleh Rangga Bhuana, Ayu Pratiwi, Beate Orchid, Eva Yolanda, Tuti Hartati, dan masih banyak lagi!

Stand Bobo Fair 2010

Setelah selesai nonton operet, kami bermain dan berkeliling di stand ke stand yang ada dalam rangka meramaikan Bobo Fair tahun ini, dari media elektronik, sampai produk makanan dan minuman buat bayi, anak-anak, dan makanan ringan lainnya.









Sampai ketemu di Bobo Fair yang akan datang ... !!!

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails