Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Berpetualang Di Pulau Tidung

Berpose ria kekuatan penuh di Rumah 3

Setelah cukup istirahat dan makan siang serta berpose ria, acara selanjutnya adalah snorkeling. Kegiatan ini sudah satu paket dengan cost yang kita keluarkan yaitu sebesar Rp260.000,00. Paket ini sudah termasuk makan 3 kali (Siang, Malam, dan Pagi), Transportasi PP Muara Angke Tidung Rp35.000,00 @orang sekali jalan, Peralatan Snorkeling 1 set Rp35.000,00, Sewa Sepeda 2 hari @hari Rp15.000,00 dan "Home Stay" antara Rp400.000,00 - Rp500.000,00 per hari serta sewa kapal untuk Snorkeling per hari sekitar Rp400.000,00.


Dipilih dipilih untuk nomor sepatu kataknya dan perlengkapan untuk Snorkeling



Tiada bosan-bosan untuk mengabadikan Jembatan Cinta Pulau Tidung

Setelah seluruh anggota rombongan sudah mendapatkan peralatan secara lengkap, dimulai jam 14.00 WIB kapal yang membawa kami menuju kawasan terumbu karang di area lepas pantai Pulau Payung Kecil. Sayang sekali kondisi terumbu karang disini kurang bagus, ikannya sedikit dan sudah banyak kondisi karang yang rusak. Dilihat untuk perahu yang membawa kami pun membuang jangkarnya secara sembarangan ke dalam laut yang tentunya akan merusak terumbu karang yang ada. Setelah cukup lama kami berada disini dan sangat dirasakan oleh kami ombak bawah airnya cukup deras, maka berdasarkan kesepakatan dengan pembimbing dan pembawa kapal, kami pindah lokasi untuk snorkelingnya. Kali ini lokasinya berada di lepas pantai Pulau Payung Besar. Lokasi ini cukup bagus dan ikan-ikan yang dapat dilihat pun beragam dan cukup besar-besar. Di lokasi ini cukup lama berenang kesana kesini mengikuti pergerakan rombongan ikan yang juga berenang sesukanya.


Snorkeling di area Pulau Payung

Setelah dirasa cukup, sesuai dengan jadwal dari pihak agen travel, perjalanan selanjutnya menuju Pulau Payung. Di Pulau ini merupakan tempat untuk melepas lelah setelah berenang snorkeling, tidak ada yang bisa dilihat-lihat disini hanya terdapat sumur dan toilet untuk berbilas dan warung-warung yang menyediakan mie rebus, baso, goreng-gorengan, jajanan lainnya, dan tidak ketinggalan kelapa muda juga ada.



Suasana Pulau Payung Besar, warung makan/jajanan, tugu selamat datang, toilet dan air untuk bebilas, serta mercu suar.

Dari Pulau Payung akhirnya harus kembali ke Pulau Tidung lagi, direncanakan untuk tidak langsung menuju dermaga Pulau Tidung, tetapi mampir dulu di Jembatan Cinta untuk menikmati matahari terbenam. Sehubungan peserta yang menginginkan kembali dulu ke rumah karena kondisi baju yang masih basah setelah snorkeling, maka kapal pun diarahkan ke dermaga Pulau Tidung.

Tetapi sebagain besar anggota rombongan justru langsung ke Jembatan Cinta menggunakan sepeda yang telah ada. Hal ini dilakukan karena takut tidak keburu untuk melihat matahari terbenam. Untuk aku sendiri, karena melihat jam dan waktu yang tersedia, cukup untuk pulang dulu ke rumah, tidak langsung ke Jembatan Cinta. Mandi dan Sholat Ashar adalah tujuan utamaku pulang dulu, sehingga badan akan serasa segar dan bersih, dan benar saja aku tidak terlambat untuk sampai di Jemabatan Cinta menikmati matahari terbenam. Tetapi sungguh disayangkan, kondisi langit sedang berawan sehingga mataharinya tidak tampak.




Jembatan Cinta kala Senja hari

Dan malam pun menyelimuti Pulau Tidung, akhirnya harus kembali ke rumah tinggal karena sudah masuk magrib dan persiapan barbeqeu (makan malam) sebagai acara penutup malam ini. Sekitar jam 20.00 WIB acara makan malam ini dimulai, walau sederhana hanya dengan Ikan Kembung yang dibakar bumbu kecap, ditambah kentang goreng pedas, tahu goreng pedas, serasa nikmat kebersamaan ini.


Makan malam ala barbeqeu??

Ternyata ada hiburan yang disuguhkan oleh masyarakat lokal, murak meriah dan cukup menghibur para wisatawan, yaitu organ tunggal. Siapa saja bisa menyumbangkan lagu untuk memeriahkan malam minggu tersebut. Informasi yang didapat memang kegiatan ini dibuat untuk memeriahkan malam minggu yang biasanya cukup ramai dikunjungi, acara ini tepat di depan Kantor Kelurahan Pulau Tidung.


Organ Tunggal yang cukup menghibur

Malam semakin merayap dengan santainya, dan kembalilah semua ke rumah tinggalnya untuk istirahat setelah seharian beraktifitas yang cukup menguras energi. Tidur sepuasnya malam ini untuk segera bangun pagi-pagi karena ingin melihat mentari terbit di Jembatan Cinta kembali. Benar-benar waktu yang tidak di sia-siakan selama berlibur di Pulau Tidung ini.

Pagi pun tiba, waktunya berburu keindahan mentari terbit ....




Keindahan Ciptaan Yang Maha Pencipta, Mentari Terbit Di Pulau Tidung

bersambung ke: "Pulau Tidung Yang Tak Terlupakan".
baca juga: "Secuil Cerita di Pulau Tidung"

2 comments:

Iwan Tidung mengatakan...

Jembatan cinta pulau tidung sudah selesai di perbaiki.
sekedar info tambahan bagi yang ingin mengunjungi tidung.

Pulau Tidung mengatakan...

Jembatan cinta tidung rencananya selesai sebelum tahun baru 2013, tapi selesai pada akhir Januaari. telat memang.

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails