Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Touring Ujung Genteng, Sukabumi, 12-14 November 2010



Setelah lama tidak diterpa angin bersama para biker, akhirnya dilaksanakan juga touring para biker. Kali ini even touring dilaksanakan oleh B-COP (Banten Community Pulsar) dengan tujuan Kawasan Ujung Genteng Kabupaten Sukabumi. Bertepatan dengan tgl 12 - 14 November 2010.


Meeting point dilaksanakan pada jam 20.00 WIB di Dealer Bajaj Serang, Jl. A. Yani Ciceri Serang dan pemberangkatan dilaksanakan jam 21.30 WIB. Perjalanan pun diiringi dengan hujan rintik-rintik, tetapi sesampainya di jalan arah ke Pandeglang langsung ditemani dengan hujan deras. Jumlah kekuatan kali ini terdiri dari 36 rider. Rute perjalanan pemberangkatan menuju Ujung Genteng melalui jalur Serang - Pandeglang - Rangasbitung melalui Kecamatan Gunung Kencana terus menuju Malingping. Dengan kultur jalan naik turun melalui perbukitan tetapi relatif lebih baik dari pada melewati Pandeglang - Saketi - Malingping.

Rest pertama di Pertigaan Bayah - Sukabumi - Malingping sekitar jam 01.00 WIB dini hari dengan tetap hujan tiada hentinya, basah pun menjadi teman setia selama perjalanan. Setelah dianggap cukup istirahatnya, perjalanan pun dilanjutkan dan sampai di Bukit Habibie Sukabumi sekitar jam 04.00 WIB. Ini merupakan rest kedua, sekaligus istirahat cukup panjang, ada yang sambil tiduran atau bahkan tidur beneran karena rest ini menunggu waktu sholat subuh baru kemudian perjalanan dilanjutkan kembali. Dengan ditemanin kppi panas dan makan mie rebus di warung yang buka 24 jam pada hari libur, cukup menghangatkan suasana yang sangat dingin setelah diterpa hujan terus menerus.

Setelah azan subuh berkumandang dan menunaikan sholat subuh, sebelum matahari terbit terang perjalanan pun diteruskan langsung menuju Ujung Genteng melalui kota Pelabuhan Ratu yang sangat indah terlihat pada malam hari dari Bukit Habibie ini.



Singkat cerita, sampailah di Pantai Ujung Genteng pada jam 10.00 WIB. Tepatnya di Villa Ujang, sambil menunggu sarapan yang segera dihidangkan, tiada lain aktivitas bersih-bersih dan melepas lelah pun dilakukan para biker. Setelah sarapan pun dilanjutkan dengan istirahat menunggu jam makan siang karena waktu yang sudah berdekatan ....

Setelah makan siang pun, dilanjutkan dengan istirahat kembali setelah melaksanakan perjalanan jauh kurang lebih 11 jam waktu yang ditempuh dari Serang ke Ujung Genteng ini. Saya sendiri memanfaatkan waktu ini untuk berkeliling Pantai Ujung Genteng, sangat disayangkan waktu yang ada hanya dipakai untuk tidur dan istirahat. Ternyata kawasan Pantai Ujung Genteng ini sangat indah dan pantai yang landai memungkinkan para wisatawan untuk bermain-main di area pantai. Tetapi Pantai Ujung Genteng bukanlah pantai dengan pasir lembut, mayoritas terdiri dari karang dan pasir serpihan hewan laut (sangat kasar), kecuali area konservasi penyu dengan pantai pasir yag lembut tetapi termasuk area atau kawasan terbatas.



Banyak terdapat villa atau penginapan murah meriah disini, sekitar Rp150.000,00 pun ada. Sehingga cukup hemat bila berkunjung kesini ala backpackeran ... Selain itu untuk makanan dan minuman jangan kawatir karena cukup murah. Kawasan Ujung Genteng ini secara geografis memang sangat jauh dari kota dan keramain, sehingga aktivitas ramainya hanya pada saat hari-hari libur saja.

Ujung Genteng Sukabumi dikenal dengan daerah Konservasi Penyu Hijau-nya, dan kesempatan kali ini Saya gunakan untuk mencari informasi sejelas-jelasnya untuk bisa berkunjung kesana. Informasi Saya dapat dari penjual souvenir bahwa bila ingin melihat Pelepasan Bayi Penyu dan Bertelornya Penyu 'Raksasa' bisa dilihat disini. Adapun lokasinya sekitar 20 menit dari lokasi ini, begitu katanya. Setelah mendapat informasi yang cukup, Saya kembali ke Vila Ujang untuk berkumpul kembali dengan rekan-rekan biker.



Perlu diketahui bahwa, acara touring ini merupakan agenda B-COP untuk melaksanakan Pelantikan Anggota Baru nanti sore hingga malam. Dikarenakan bukan anggota B-COP dan juga bukan Calon Anggota yang akan dilantik, sesuai informasi tadi siang jam 16.30 WIB meluncur menuju kawasan konservasi penyu. Dan memang sesusai informasi yang diterima tadi, kondisi jalan tepat sebelum memasuki area konservasi, sepanjang 100 hingga 200 meter kondisi jalan sangat hancur. Bahkan, bisa dibilang bukan jalan, kubangan yang dalam dan licin. Untung bawa motor gede yang tangguh sehingga bisa menembus kondisi jalan tersebut, walau sangat berhati-hati dengan kedalaman dan kelicinan jalan tersebut, plus kondisi hujan rintik-rintik. Sangat disarankan bila ingin kesana menggunakan motor gede atau mobil pun yang bisa offroad (tetapi sesuai informasi yang diterima dari pihak pengelola bahwa jalan tersebut akan diperbaiki/diaspal pada tahun 2011, semoga).



16.45 sampailah di kawasan konservasi, dan sangat senangnya even ini pun bisa melihat proses pengambilan penyu yang baru menetas. Setelah itu, selain saya ternyata sudah banyak para pengunjung yang akan menikmati sensasi pelepasan penyu ini, kami dikumpulkan oleh pihak pengelola dan diberikan semacam pengetahuan tentang hal-hal mengenai kawasan penyu ini, proses dan tanggung jawab mereka dan bla - bla - bla lainnya, dan tak ketinggalan juga untuk "retribusi" sebesar Rp5.000,00 yang bersifat "sukarela".

Sungguh menakjubkan, bayi penyu yang merangkak menuju laut lepas. Dari sekian ratus penyu yang dilepas setiap harinya, 1 hingga 5 saja yang bertahan hidup hingga dewasa itu sudah baik demi kelangsungan hewan langka ini. Memang katanya, pelepasan penyu ke habitat alam bebas sebaiknya setelah berumur satu tahun sehingga ia dapat bertahan hidup, tetapi karena biaya yang cukup besar untuk pemeliharaannya langkah tersebut tidak ditempuh. Cukup menghantarkan mereka dari proses bertelur hingga menetas dan dilepas ke alam bebas.

Proses pelepasan ini selesai sebelum magrib tiba, dan diinformasikan bila ingin melihat proses bertelurnya penyu dewasa nanti malam dimulai dari jam 21.00 WIB hingga tengah malam. Rasa penasaran ingin melibat sangat kuat, beberapa pengunjung tetap bertahan di lokasi konservasi mengingat jalan yang buruk sehingga enggan untuk pulang pergi. Saya sendiri karena menggunakan motor dan perlu makan malam dulu, kembali ke villa ujang.



Akhirnya, malam pun tiba dan saya kembali meluncur menuju kawasan konservasi pada jam 20.00 WIB. Sesampainya disana ternyata sudah ketinggalan rombongan yang sudah menuju pantai dan melihat penyu dewasa sedang bertelur. Dengan masih tetap ditemani hujan rintik-rintik, berjalan cepat untuk mengejar rombongan pengunjung. Dalam suasana rintik hujan dapat menyaksikan penyu dewasa sedang bertelur, penyu sebesar ini ternyata masih "kecil" ... bila mau menunggu hingga tengah malam bisa saja menemui penyu yang lebih besar lagi. Berhubung waktu sudah menunjukkan jam 21.30 WIB dan sudah cukuplah untuk menyaksikan kejadian alam yang sangat jarang bisa dinikmati ini. Dan kembali menyusuri jalan, lebih tepatnya seperti sawah .. ;-( untuk kembali ke Vila Ujang dan istirahat malam.



Dan sesuai rencana, 08.00 WIB sudah persiapan untuk kembali ke Serang - Banten.

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails