Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Keraton Surosowan, Lambang Kejayaan Kesultanan Banten

Berdiri dan dibangun dengan kata "Gawe Kuta Baluwarti Bata Kalawan Kawis" yang arti bebasnya adalah "Membangun kota dan perbentengan dari bata dan karang". Takluknya Prabu Pucuk Umun di Wahanten Girang (sekarang di kenal dengan daerah Banten Girang di Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang - Wahanten Girang merupakan bagian wilayah dari Kerajaan Padjadjaran yang berpusat di Pakuan - sekarang di kenal dengan wilayah Pakuan Bogor) pada tahun 1525 selanjutnya menjadi tonggak dimulainya era Banten sebagai Kesultanan Banten dengan dipindahkannya Pusat Pemerintahan Banten dari daerah Pedalaman ke daerah Pesisir pada tanggal 1 Muharam 933 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 (Microb dan Chudari, 1993:61).

Atas pemahaman geo-politik yang mendalam Sunan Gunung Jati menentukan posisi Keraton, Benteng, Pasar, dan Alun-Alun yang harus dibangun di dekat kuala Sungai Banten yang kemudian diberi nama Keraton Surosowan. Hanya dalam waktu 26 tahun, Banten menjadi semakin besar dan maju, dan pada tahun 1552 Masehi, Banten yang tadinya hanya sebuah kadipaten diubah menjadi negara bagian Kesultanan Demak dengan dinobatkannya Hasanuddin sebagai Sultan di Kesultanan Banten dengan gelar Maulanan Hasanuddin Panembahan Surosowan (Pudjiastuti, 2006:61)


Gerbang Utama pintu masuk dan sisa-sisa pendopo utama Keraton

Kini, Keraton Surosowan tinggal puing-puing setelah diruntuhkan oleh Belanda. Karena kedahsyatan perjuangan rakyat Banten pada waktu itu, dan agar tidak menimbulkan benih-benih perjuangan nantinya, seluruh bangunan Kesultanan Banten dihancurkan, sebagian besar material bangunan diambil dan dialihkan untuk membangun Pusat Pemerintahan Hindia Belanda di Serang, sebagai pusat pemerintahan baru. Bangunan tersebut kini digunakan sebagai Pendopo Gubernur Banten.

Berikut gambar puing Keraton Surosowan yang diabadikan pada Januari 2011.



Seluruh bangunan rata dengan tanah, begitu dahsyatnya penghancuran yang dilakukan oleh Belanda.




Sisa kemegahan Keraton masih terlihat, dari tempat kolam-kolam taman dan pemandian yang sudah tertata rapi, melambangkan kemakmuran pada masa itu.


Tampak areal di luar Benteng Keraton dan saluran air sebagai sumber air di dalam kawasan benteng Keraton.


Watu Gilang, sebagai tempat simbolis penobatan Sultan-Sultan Banten.

Demikian gambaran singkat tentang peninggalan kejayaan Kesultanan Banten tempo dulu. Sejarah singkat Kesultanan Banten dapat di klik disini.

1 comments:

gommu! mengatakan...

Salam kenal mas.

Oia, Minta izin utk ambil foto2nya ya mas.
Untuk di-republish di blog saya.
Sumber dicantumkan mas. hehe..

Terima kasih mas.

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails