Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Nikmatnya Rabeg Prancis Serang

Berbicara kuliner, tentunya tiada habis-habisnya. Setiap daerah, dan setiap sudut kota, memiliki kekhasannya sendiri-sendiri tentang aroma dan citarasa masakan yang dimiliki. Tidak terkecuali di wilayah Serang - Banten. Di wilayah Serang tentunya sudah tidak asing bagi penikmat kuliner dengan kekhasan makanan Serang yaitu Rabeg. Rabeg menjadi primadona makanan khas Banten, berbahan dasar daging kambing yang diolah seperti gulai atau semur, tidak hanya dagingnya saja termasuk "jeroan" pun ikut di olah. Disajikan panas-panas dengan nasi panas pula akan sangat mengundang selera penikmat kuliner. Rabeg sangat luar tersebar di Kota Serang, apalagi pada saat bulan Ramadhan.

Salah satu warung rabeg yang terkenal dan menjadi tujuan para penikmat kuliner adalah Warung Rabeg Prancis. Cukup keren namanya dengan menggunakan nama negara di Eropa, tetapi jangan salah, Prancis disini merupakan singkatan dari Prapatan Ciruas atau Perempatan Ciruas. Diberi nama demikian karena memang warung ini berada di Perempatan Ciruas (Kecamatan Ciruas), sekitar 9 km dari Kota Serang (5 km dari Terminal Pakupatan) ke arah Tangerang/Jakarta. Posisinya bila kita dari arah Serang sebelah kiri tepat pada belokan arah jalan ke Pontang. Perempatan Ciruas sangat ramai karena memang lokasinya terdapat Pasar Rakyat/Tradisional Ciruas yang bila hari-hari tertentu sangat ramai dan membuat macet jalan.




Rabeg ala Warung Prapatan Ciruas disajikan dengan menggunakan tumisan sayur kol dan dihidangan dengan dua cara, yaitu dicampur atau dipisah. Pertama, rabeg dicampur dengan nasi dan sayurnya, dalam satu piring ditemani dengan piring kecil berisi emping mlinjo, bisa juga dinikmati dengan acar timun bila yang suka dan telah disediakan di atas meja. Bila ala campur seperti ini satu porsinya sebesar Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah). Kedua, dipisah yaitu rabeg dipisahkan dengan nasi dan sayur, sehingga rabeg disajikan dengan piring tersendiri. Harga untuk dipisah berbeda yaitu Rp11.000,00 (sebelas ribu rupiah). Cukup murahkan untuk menikmati hidangan rabeg yang panas-panas dan maknyuuuussss.....



Warung ini buka dari jam 06.00 WIB sampai dengan malam hari, sehabisnya rabeg yang diolah hari tersebut, tetapi biasanya sekitar jam 19.00 atau 20.00 WIB juga sudah tutup, untuk hari-hari tertentu bila ramai kadang tutup menjelang magrib. Warung Rabeg Prancis ini juga menjadi tempat bagi para biker untuk istirahat, termasuk para penggowes di pagi hari-hari libur. Jadi, disarankan memang untuk menikmati rabeg ini adalah pada saat pagi hari, setelah menggowes, sambil istirahat untuk mengganjal perut sekaligus sarapan pagi. Selamat menikmati.

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails