Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Vihara Avalokitesvara, Sebuah Toleransi Beragama Sejak Kesultanan Banten

Vihara Avalokitesvara merupakan lambang toleransi agama yang sangat kuat di Pusat Pemerintahan Kesultanan Banten. Pada saat itu, kemajuan dan kejayaan Kesultanan Banten mengundang para saudagar atau pedagang dari penjuru dunia, dari India, Arab, Cina dan Eropa tentunya. Sehingga pada saat itu berkembanglah perkampungan-perkampungan dari masing-masing suku, seperti perkampungan Bugis dan China. Seperti pada umunya, perkampungan China ini disebut dengan Pecinan, nah di perkampungan inilah berdiri Vihara yang menjadi peribadatan masyarakat setempat. Toleransi beragama yang diusung oleh Islam sebagai agama resmi di Kesultanan Banten memberikan izin keberadaan Vihara ini, tidak jauh dari Vihara pun berdiri Masjid Pecinan sebagai siar Islam bagi percampuran masyarakat setempat.

Vihara Avalokitesvara setelah Belanda mengusai Kesultanan Banten berada di sebelah barat Benteng Speelwijk yang dibangun kemudian. Dan kini keberadaannya tetap terawat dengan baik, setiap hari-hari besar keagamaan Budha, vihara ini menjadi sangat ramai yang para pengunjungnya kebanyakan berasal dari Jakarta atau kota-kota lain disekitar Banten. Kesenian seperti Barongsai menjadi sajian utama setiap ada perayaan seperti Hari Raya Imlek.

Pada saat ini, kondisi bangunan Vihara sedang dibangun akibat kebakaran hebat 2 tahun yang lalu. Berikut gambar yang diambil pada bulan Januari 2011.


Gerbang masuk utama Vihara




Suasana asri laksana di negeri China sangat kental terasa.


Suasana lain untuk menikmati keindahan dan melepas lelah.






Sarana ibadah yang ada di dalam Vihara.

Untuk memasuki Vihara ini, pengunjung dibebaskan dari "tiket", hanya terdapat "tempat" sumbangan yang dapat diberikan secara sukarela, terutama bagi pengunjung yang akan melaksanakan ibadah di vihara ini. Selain itu, fasilitas yang ada juga cukup baik, seperti terdapat pula penginapan bila ada pengunjung yang ingin menginap. Biasanya, penginapan ini akan penuh pada saat hari-hari besar keagamaan Budha.

Demikian gambaran yang dapat diberikan tentang toleransi agama yang kuat pada masa Kesultanan Banten, setiap individu dibebaskan untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya.

1 comments:

bocah petualang mengatakan...

Ga nyangka ya kalau di Madura ada vihara...

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails