Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Masjid Al-Markaz Al-Islami, Masjid Megah Kota Makassar

"ROAD 2 MAKASSAR"
- Visit Makassar 2011 -


Hari Ketiga, 7 Maret 2011, 14.00 - 14.30 WITA.


Menara Masjid dan Prasasti Peresmian Rehab Masjid

Setelah makan siang dan beristirahat selepas berkunjung dan menikmati keindahan Trans Studio dan Pantai Akkarena, perjalanan dilanjutkan untuk melihat keindahan dan kemegahan arsitektur Masjid Al-Markaz Al-Islami di Kota Makassar. Masjid Al Markaz berada di Jalan Mesjid Raya, kecamatan Bontala, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Dari kejauhan, masjid ini memang nampak megah dan berarsitektur indah. Arsitektur Al Markaz Al Islami memang dipengaruhi oleh Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah Al Munawwarah. Arsitek Ir. Achmad Numan yang merancang Al Markaz juga menambahkan unsur arsitektur Masjid Katangka Gowa dan rumah adat Bugis-Makassar pada umumnya. Karenanya masjid ini tidak memiliki kubah atau atap bundar, tetapi kuncup segi empat meniru kuncup Masjid Katangka dan rumah Bugis-Makassar.

Nuansa warna hijau yang sejuk dan teduh, Masjid Al Markaz Al Islami diharapkan menjadi salah satu pusat peradaban dan pengkajian Islam di Kawasan Indonesia Timur. Sekaligus juga menjadi kebanggan masyarakat Sulawesi Selatan. Masjid ini mulai didirikan 8 Mei 1994 dan dinyatakan selesai tanggal 12 Januari 1996 dengan memakan biaya 12 miliar rupiah. Bangunan utama terdiri dari tiga lantai, diperuntukkan untuk ruang kantor sekretariat, aula, perpustakaan, pendidikan, koperasi, dan kantor MUI Sulsel.


Bangunan Megah terlihat dari depan, sangat indah


Halaman yang sangat luas serta bangunan yang dilengkapi eskalator untuk ke lantai 2



Interior dalam masjid pun tampak kemegahan dan keindahan arsitekturnya

Sejarah Berdirinya

Ide awal lahir dari Almarhum Jenderal M. Jusuf yang ketika tahun 1989 menjadi Amirul Hajj (pimpinan perjalanan haji) menyampaikan keinginannya mendirikan masjid yang monumental di Makassar. Yang mendengarkan cetusan ide tersebut salah satunya adalah M. Jusuf Kalla, yang sekarang menjadi Bapak Wakil Presiden kita. Masjid besar ini sengaja ditempatkan di Makassar bukan karena almarhum M. Jusuf berasal dari Sulawesi Selatan. Alasan tepatnya adalah, karena Makassar merupakan titik sentral kawasan timur Indonesia, dan masyarakatnya cukup agamis, terlihat dari jumlah jemaah haji yang cukup banyak dari sini. Saat awal pembangunannya, disepakati nama masjid ini adalah Al Markaz Al Islami. Seiring perkembangan waktu, nama pun berubah. Setelah digunakan selama sepuluh kali Bulan Ramadhan, Masjid Al Markaz Al Islami menggunakan nama barunya, yakni Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M. Jusuf. Penggantian nama tersebut sebagai penghargaan kepada almarhum M. Jusuf yang telah memprakarsai berdirinya masjid terbesar di Asia Tenggara.

Masjid besar yang bernaung di bawah Yayasan Islamic Center ini mampu menampung sampai 10.000 jamaah. Keberadaannya sangat terkenal ke seluruh nusantara, bahkan hingga manca negara dengan nama Al Markaz Al Islami. Selain sebagai tempat ibadah, Al Markaz Al Islami juga menjadi pusat pengembangan dan penelitian serta pendidikan. Di sini terdapat TK Islam Al Markaz, pelatihan-pelatihan, kuliah dhuha, dan perkemahan remaja.



Pemanfaatan area Masjid untuk kepentingan umat

1 comments:

Kubah Masjid mengatakan...

Subhanallah...

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails