Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Jejak Amuk Gunung Merapi, Sungguh Luar Biasa ....

Masih segar ingatan kita bagaimana dahsyatnya akibat yang ditimbulkan oleh "amuk" Gunung Merapi. Korban manusia berjatuhan akibat lahar, terutama yang maha dahsyat adalah awan panas yang turun dengan cepatnya, dikenal istilah awan panas ini dengan "wedhus gembel" oleh masyarakat setempat. Tidak hanya korban manusia, kehilangan harta benda, beban moril dan psikologis bagi warga yang terkena musibah tentunya tidak bisa dihitung dengan matematika. Sungguh dahsyat akibat dari meletusnya Merapi yang telah memusnahkan beberapa desa di lereng gunung tersebut. Jejak-jejak letusan kini menjadi saksi abadi dan monumen begitu dahsyatnya letusan tersebut.

Salah satu tempat yang menjadi saksi bisu atas kehebatan amuk Merapi ini adalah begitu banyaknya material dalam bumi yang keluar lewat kawah Merapi, dengan lahar dinginnya membawa berjuta-juta kilogram material bumi dibawa turut serta. Seperti batu-batu dengan ukuran-ukuran besar pun dapat ikut terbawa air lahar dingin seperti membawa material ringan saja. Hal ini dapat disaksikan dengan bertumpuknya batu-batu ukuran besar di Jalan Raya yang menghubungkan Magelang dengan Yogya, persisinya di daerah akan memasuki Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tempat ini menjadi ajang berfoto-foto bagi orang yang melintas dan mengabadikan bagaimana dahsyatnya amuk Merapi tersebut telah membawa batu sebesar ini dengan jarak berkilo-kilometer dari Gunung Merapi hingga Jalan Raya ini.

Akibat material gunung Merapi mengakibatkan jalur Magelang - Yogyakarta tertutup beberapa kali pada saat itu, dengan menumpuknya material seperti batu dan pasir yang menghamtam beberapa jembatan penghubung pun putus/roboh, ikut hanyut tidak kuat menahan beban batu dan pasir yang mengalir dengan cepat dari puncak gunung Merapi.




Cuma sayang sekali, perjalanan ini (21 Mei 2011) Aku tidak sempat untuk mampir di kampungnya Mbah Maridjan (Alm) karena sudah malam menjelang. Sekarang kampung tersebut konon sudah tidak boleh dijadikan pemukiman kembali mengingat tragedi terakhir kali menandakan bahwa lokasi tersebut beserta beberapa kampung yang terkena amuk Merapi merupakan kawasan berbahaya untuk dijadikan permukiman penduduk. Relokasi penduduk setempat seluruhnya ditanggung oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

Tiada hikmah di dalamnya dari bencana ini, seperti biasa warga masyarakat setempat menggunakan muntahan material bumi ini menjadi pendapatan keluarganya. Batu dan pasir menjadi bahan tambang lokal yang tiada habis-habisnya, tentunya material ini telah dikenal bagus kualitasnya sebagai bahan bangunan.

0 comments:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails