Home | Raddien Pelangi Blog | Wirapati Blog | blogger.com

Sunan Muria, Penasehat Kesultanan Demak

Tidaklah lengkap bila sudah berkunjung ke Masjid Agung Demak dan Masjid Menara Kudus bila tidak berkunjung atau ziarah ke Gunung Muria, dimana terdapat Makam Sunan Muria. Ditempuh dari kota Kudus selama kurang lebih 45 menit, lama perjalanan ini karena memang jalanan terus mendaki sehingga tidak bisa ditempuh dengan kecapatan tinggi.

Sesampainya di kawasan Gunung Muria, pertama kali dicegat oleh petugas retribusi, Rp. 1.000,- pun dikocek dari saku. Selanjutnya tidak jauh dari gerbang itu, sampailah di "terminal" atau area parkir unutk memulai trip ke bukit dimana Makam Sunan Muria berada. Untuk mencapai makam, ada beberapa cara, yaitu:

  • Jalan kaki, melalui berpuluh-puluh anak tangga, siapkan saja mental dan fisik untuk menempuh tangga dimana sepanjang kanan-kiri banyak pedagang, bila lelah bisa istirahat.
  • Ojek, banyak ojek siap mengantarkan sampai dengan makam, tapi bayarnya berapa yaa??
  • Kalau lagi bawa motor sendiri, naik aza sampai ke atas, disana ada tempat penitipan motor kock, Rp. 3.000,- biayanya.
Ada Tata Tertib untuk ziarah di Makam Sunan Muria ini, yaitu:

Para Tamu dimohon agar:
  1. Berperilaku dan berbusana sopan
  2. Melepas dan membungkus sandal/sepatu demi kebersihan, kerapian dan keamanan
  3. Mendaftar pada petugas pendaftaran
  4. Menyampaikan amanat kepada petugas penerima amanat

Para Tamu dilarang:
  1. Makan, minum, merokok di sepanjang jalur antrian masuk lokasi makam
  2. Duduk-duduk/tiduran si sepanjang jalur antrian masuk
  3. Menggunakan pengeras suara di lokasi makam
  4. Membawa benda-benda berbahaya/mudah terbakar

Para Tamu bisa:
  1. Berziarah masuk ke dalam cungkup Makam Sunan Muria hanya pada hari Kamis Wage s.d Jumat Kliwon dan Kamis Legi s.d Jumat Pahing. Selain hari-hari tersebut ziarah dilakukan di luar makam inti
  2. Minta bantuan pengurus makam untuk memimpin tahlil/berdoa dan lain-lain
  3. Membantu perawatan/pengelolaan Makam Sunan Muria dengan memasukkan amal/sumbangan ke dalam kotak amal yang tersedia. Untuk sumbangan/hal-hal khusus agar menghubungi petugas penerima amanat
  4. Bermalam maksimal 2 hari/malam dengan menyerahkan kartu identitas ke kantor/petugas keamanan
  5. Minta informasi di sekretariat Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria untuk hal-hal yang belum tercantum di sini


Tentang Sunan Muria

Ia putra Dewi Saroh –adik kandung Sunan Giri sekaligus anak Syekh Maulana Ishak, dengan Sunan Kalijaga. Nama kecilnya adalah Raden Prawoto. Nama Muria diambil dari tempat tinggal terakhirnya di lereng Gunung Muria, 18 kilometer ke utara kota Kudus

Gaya berdakwahnya banyak mengambil cara ayahnya, Sunan Kalijaga. Namun berbeda dengan sang ayah, Sunan Muria lebih suka tinggal di daerah sangat terpencil dan jauh dari pusat kota untuk menyebarkan agama Islam. Bergaul dengan rakyat jelata, sambil mengajarkan keterampilan-keterampilan bercocok tanam, berdagang dan melaut adalah kesukaannya.

Sunan Muria seringkali dijadikan pula sebagai penengah dalam konflik internal di Kesultanan Demak (1518-1530), Ia dikenal sebagai pribadi yang mampu memecahkan berbagai masalah betapapun rumitnya masalah itu. Solusi pemecahannya pun selalu dapat diterima oleh semua pihak yang berseteru. Sunan Muria berdakwah dari Jepara, Tayu, Juana hingga sekitar Kudus dan Pati. Salah satu hasil dakwahnya lewat seni adalah lagu Sinom dan Kinanti.

Akses jalan menuju Makam Sunan Muria

Jalur Antrian Makam Sunan Muria

Pemandangan dari Masjid Sunan Muria

Masjid Sunan Muria


2 comments:

buzzerbeezz mengatakan...

Baru tau saya kalo Sunan Muria ini adalah anak Sunan Kalijaga. Tahun lalu sebelum lebaran, saya pernah ke makam Sunan Muria. Tapi sayang, tutup dan sepi sekali. Akhirnya cuma jalan-jalan ke Air Terjun Montel deh.. Salam kenal mas Raddien..

Detri Man mengatakan...

salam kenal juga @buzzerbeezz ... :)

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails