Let’s Read! Jurus Menumbuhkan Minat Baca Anak


Menumbuhkan minat baca anak itu sulit-sulit gampang. Apalagi era milineal sekarang dengan kemajuan teknologi handphone. Belajar pun harus bersaing dengan smartphone yang dimilliki. Belum lagi dengan media televisi, khususnya bagi keluarga yang berlangganan televisi berbayar, pasti banyak tontonan yang dapat membuat anak terpaku di depan layar televisi berjam-jam. Syukurlah, saat ini sudah banyak aplikasi digital berupa buku atau perpustakaan gratis, seperti Let's Read - Perpustakaan Digital Cerita Anak. Paling tidak, anak tetap dengan smartphone-nya tetapi yang dibuka adalah hal bermanfaat, tidak hanya nonton youtube dan gaming.

Let's Read adalah sebuah aplikasi yang tersedia di play store, merupakan perpustakaan digital cerita anak dengan menyediakan berbagai koleksi cerita bergambar dan berwarna, bisa diunduh dan di cetak. Tersedia dalam multibahasa, termasuk bahasa daerah, bermuatan lokal dan berkualitas global. Asiknya lagi, anda tidak perlu membayar untuk melakukan itu, seluruhnya gratis.

Let's Read diprakarsai oleh Books for Asia dari The Asia Foundation yang bertujuan menumbuhkan para pembaca cilik di Asia. Let's Read fokus pada bahasa daerah dan konten lokal yang dikembangkan melalui lokakarya melalui kerja sama dengan para pakar buku anak setempat. Hal ini didasari oleh anak membutuhkan buku dengan karakter, tema, dan pengaturan yang mencerminkan dan menegaskan kehidupan mereka dan memberikan kesempatan untuk menjelajahi dunia. Asia Foundation fokus untuk membangun sebuah perpustakaan digital yang belum pernah terjadi sebelumnya dari buku anak bahasa lokal sambil mengembangkan jaringan berkelanjutan pencipta buku dan penerjemah yang berkomitmen untuk menciptakan kesempatan membaca yang bermakna.


Saya meyakini membaca sangat besar manfaatnya bagi anak, seperti memperkaya perbendaharaan kosa kata, memperlancar kemampuan berbicara, dan menambah pengetahuan di luar yang telah di dapat dari guru dan orang tua. Selain itu juga dapat meningkatkan motivasi dan kreativitas anak, serta membaca juga dapat mempengaruhi karakter anak. Ia akan banyak mengenal berbagai karakter tokoh-tokoh orang dalam buku cerita yang di bacanya, serta lebih mengenal sifat baik dan buruk melalui cerita sederhana tersebut.

Jauh sebelum saya mengenal aplikasi Let's Read, yang membantu saya bercerita dan menemani anak membaca secara digital. Saya sudah melakukan berbagai cara untuk menumbuhkan minat anak. Pertama, saya melakukan dengan mengajaknya jalan-jalan ke toko buku di pusat perbelanjaan. Membiarkan ia berlari-lari di dalam toko buku, terutama saya arahkan pada rak-rak dengan koleksi buku anak. Terkadang ia akan berhenti sejenak dan menatap sebuah buku, membalik-balik lembar demi lembar buku tersebut, padahal waktu itu ia belum dapat membaca. Ya, saya sudah membiasakan ke toko buku sejak anak sudah bisa berjalan dan berlarian kesana-kemari, dari umur kurang lebih dua tahun.

Seperti anak balita pada umumnya, ia akan terpaku pada buku cerita bergambar yang penuh warna-warni. Disinilah peran orang tua, untuk menemani dan bercerita berdasarkan buku pilihannya tersebut. Setelah mendapatnya buku yang menarik baginya, dilanjutkan dengan membayar dan bercerita akan dilanjutkan hingga selesai setibanya di rumah nanti. Saya selalu terlibat anak dalam membeli bukunya, membiasakan memilih sendiri sehingga mengetahui minat dan bakatnya.

Kedua, menumbuhkan budaya membaca. Saya selalu menyediakan majalah atau komik yang relevan untuknya. Disimpan di kamar dan mobil. Jadi kemanapun saya pergi sekeluarga, bahan bacaan anak akan selalu menemani. Selama perjalanan menuju objek wisata atau tempat lainnya, ia dapat membaca atau membuka-buka majalah anak. Sesampainya di hotel atau rumah saudara pun tak lupa majalah dan komik ikut dibawa. Saya kemas dalam satu tas khusus, berisikan bahan bacaan dan mainan anak. Tas ini saya sebut dengan "properti anak". Jangan sampai properti ini ketinggalan kemana pun saya dan keluarga bepergian.


Ketiga, memberikan contoh membaca, bahwa membaca menyenangkan dan membantu dalam kehidupan. Orang tua hendaknya terlebih dahulu memberikan contoh gemar membaca. Biarkan anak yang sedang bermain dengan mainan atau smartphonenya, sambil mengawasi orang tua dapat membaca berbagai buku, novel, majalah, atau koran. Ia akan melihat bahwa orangtuanya selalu membaca. Sering kali anak bertanya ke saya, "Bapak baca apa?" dan saya pun akan bercerita singkat sesuai dengan tingkat kepengertiannya. Tentunya saya tidak bisa bercerita tentang buku undang-undang atau novel misteri apa adanya. Kadang saya hanya menjawab singkat, "Ini buku tentang pekerjaan bapak, buku ini akan membantu untuk menyelesaikan pekerjaan bapak." Sebuah jawaban dan ulasan singkat manfaat dari membaca buku.

Orang tua adalah figur dan panutan pertama kali bagi anak. Orang tua yang rajin membaca tentunya menjadi contoh dan membiasakan anak untuk membaca. Selain itu, di rumah kami membangun perpustakaan kecil di sudut rumah, menyediakan rak-rak buku. Buku saya dan buku anak disusun dan dikelompokkan. Hal ini juga akan meningkatkan minat bacanya dengan melihat banyaknya koleksi buku yang tersedia di rumah. Selalu membiarkan ia menjelalah di perpustakaan kecil tersebut, terbenam diantara buku-buku yang berserakan, biarkan saja nanti setelah usai dapat disusun kembali.

Saat ini, selain ketiga hal di atas, disesuaikan perkembangan jaman maka untuk memelihara minat baca anak saya mengunduh aplikasi Let's Read. Let's Read menciptakan budaya membaca dan membaca menyenangkan. Saya anjurkan anda juga untuk mengunduh aplikasi Let’s Read untuk masa depan anak anda.


Let’s Read! Jurus Menumbuhkan Minat Baca Anak Let’s Read! Jurus Menumbuhkan Minat Baca Anak Reviewed by Massaputro Delly TP. on Juni 14, 2020 Rating: 5

2 komentar:

  1. Wah, anaknya jadi terbiasa mengenal buku dan baca buku sejak balita yaaa..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.