Tren Bersepeda Di Kala Pandemi


Setelah sekian lama selalu berada di rumah, bekerja dan belajar di rumah, akhirnya rasa bosan itu muncul. Terhitung Maret 2020 hingga saat ini sudah pertengahan tahun, tanda-tanda pandemi belum mereda. Justru tren Juni semakin naik orang yang terpapar virus corona. Pemerintah berdalih tingginya angka orang terkonfirmasi positif COVID-19 karena masifnya rapid test atau swab yang dilakukan. Yah, bagi saya angka itu juga membuktikan masih rentannya penularan virus orang ke orang di Indonesia. Padahal pemerintah telah mencanangkan adaptasi kehidupan baru atau tata kehidupan baru (new normal).

Tidak bisa dipungkiri pula, penerapan new normal diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi kembali. Agar masyarakat dapat mencari nafkah kembali, mendapatkan penghasilan dan melanjutkan hidupnya.


Manfaat Bersepeda

Kembali masalah kebosanan. Akhirnya banyak warga melakukan kegiatan di luar rumah, baik dengan komunitas maupun keluarga. Pada hari Sabtu 13 Juni 2020 saya menyempatkan diri untuk memutar roda sepeda lagi. Walau bukan kebiasaan atau rutinitas, bersepeda saya lakukan selain untuk berolahraga juga menghilangkan penat akibat tiga bulan work from home.

Berolahraga memang tidak hanya untuk kesehatan, tetapi sebagai rekreasi. Bersepeda saya lakukan untuk melakukan perjalanan mengenal wilayah, perkembangan kondisi dan situasi sekitar area rumah. Ada istilah yang biasa saya pakai dijaman masih kuliah dan bekerja di lapangan: anpotwil. Singkatan dari "analisa potensi wilayah". Sebagai seseorang yang bekerja di pemerintahan tentunya istilah ini tidak asing lagi, apalagi bagi unsur pertanahan dan keamanan, TNI/POLRI. Anpotwil berguna untuk melihat situasi dan kondisi, potensi yang di miliki, dan faktor-faktor lain yang mendukung kerja pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.

Anpotwil favorit saya adalah mencari objek wisata yang menarik, terutama bagi keluarga. Termasuk jajanan atau kuliner, siapa tahu menemukan kulineran baru atau tempat baru, baik berupa toko atau warung, bahkan kaki lima. Aktivitas ini kemudian saya dokumentasikan, berupa foto yang dibagikan pada media sosial atau informasi tertulis dalam blog.


Tren Bersepeda

Saya membaca di media online, tidak hanya di Indonesia, tren bersepeda di tengah pandemi virus corona sangat meningkat. Orang cenderung meninggalkan transportasi umum dan beralih bersepeda. Jelas untuk jarak-jarak yang dapat dijangkau dengan bersepeda. Sampai-sampai stok sepeda di toko atau pusat perbelanjaan habis, perlu melakukan pemesanan dulu untuk mendapatkan sepeda.

Hari ini, saya pun melihat begitu banyak orang bersepeda di seputaran kawasan Summarecon Serpong dan Bumi Serpong Damai (BSD). Bagi saya, mungnkin banyak orang juga, bersepeda di jalanan kawasan perumahan dan bisnis Summarecon Serpong dan BSD sangat nyaman. Jalan-jalan beraspal mulus, sejuk, dan relatif sepi oleh kendaraan, serta indah melihat pemandangan arsitektur rumah beraneka ragam dan taman-taman sekitarnya. Hanya di jalan-jalan utamanya saja yang masih terlihat ramai. Saya lebih memilih berputar-putar di area dalam kawasan perumahan.

Ya, hari ini seperti di luar kebiasaan selama ini bila saya bersepeda. Banyak menemukan rombangan pesepeda, baik rombongan kecil 2 hingga 5 pesepeda, maupun rombongan besar di atas 10 pesepeda. Rombongan kecil pada umumnya merupakan keluarga, bapak ibu dan anak.

Berhubung suasana tidak mendukung untuk mencari kulineran sebagaimana saya ceritakan di atas. Selama pandemi bersepeda dilakukan hanya berputar-putar dan melihat hal-hal baru, apakah itu toko atau tempat kuliner, tidak untuk mencobanya.

Mari bersepeda!



Tren Bersepeda Di Kala Pandemi Tren Bersepeda Di Kala Pandemi Reviewed by Massaputro Delly TP. on Juni 18, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.